Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Followers

Recent Tube

Wisata

News Scroll

Favourite

Event

Culture

Gallery

Wisata Curug Cikaso

Tentang Curug Cikaso

Curug CikasoAir terjun Curug Luhur atau yang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso ini berada di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Obyek wisata berupa air terjun ini berjarak kurang lebih 100 km dari Kota Sukabumi.
Nama asli air terjun ini adalah Curug Luhur namun oleh orang-orang lebih mengenalnya dengan nama ini berubah nama Curug Cikaso karena air yang mengalir di air terjun ini bersumber dari aliran anak sungai Cikaso. Di Curug Cikaso terdapat tiga titik air terjun yang berdampingan, dimana di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna air yang berwarna hijau kebiru-biruan.
Ketiga titik air terjun yang berada di lokasi obyek wisata ini memiliki ketinggian yang hampir sama, kurang lebih 80 meter dan lebar kurang lebih 100 meter. Ketiga air terjun ini berada dalam satu lokasi dengan nama yang berbeda untuk tiap air terjunnya: Curug Asepan, lokasinya berada di sebelah kiri. Lalu di bagian tengah ada Curug Meong dan yang ketiga di bagian paling kanan bernama Curug Aki. Dari ketiga Curug tersebut, Curug Aki letaknya sedikit tersembunyi di balik tebing yang menghadap ke bagian timur. Apabila hendak berkunjung ke lokasi ini, disarankan untuk datang pagi hari.
Hal tersebut dikarenakan ada satu keistimewaan di air terjun ini apabila bisa berkunjung pada pagi hari. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan bias sinar matahari yang baru terbit. Bias tersebut akan sangat jelas terlihat dari butiran-butiran halus cipratan air terjun tersebut. Sangat disayangkan apabila keindahan ini sampai terlewatkan, terutama bagi para wisatawan yang hobi memotret. Keindahan momen tersebut merupakan salah satu yang wajib diabadikan dalam bidikan kamera anda.
Selain dapat menikmati keistimewaan momen tersebut, di lokasi ini pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air terjun Curug Cikaso dengan mandi atau berenang di danau kecil yang terbentuk dari aliran air terjun tersebut. Bagi para pengunjung yang memang belum mahir berenang, di obyek wisata ini tersedia jasa penyewaan ban sebagai pelampung. Fasilitas lain yang tersedia di lokasi obyek wisata ini antara lain warung makan, kios yang menjual berbagai macam souvenir, dan toilet.

transportAkses ke Curug Cikaso

Untuk menuju ke lokasi air terjun Curug Cikaso ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dapat dimulai dari kota Surade menuju pertigaan Jalan Cikaso dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Apabila menggunakan angkutan umum dapat naik dari Kota Surade dengan tujuan Cikaso. Ongkos angkutan umum untuk sekali ini Rp 6.000 per orang. Anda bisa turun di Jalan Raya Cikaso, tepatnya di simpang tiga menuju curug. Dari pertigaan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan ladang penduduk setempat dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer menuju lokasi Curug Cikaso. Atau bisa juga menumpang truk pasir yang sering lewat menuju air terjun tersebut. Alternatif lain dengan menyewa sampan menyusuri sungai Cikaso. Harga sewanya antara Rp 70.000,- sampai Rp 80.000,- dengan muatan sepuluh sampai duabelas orang. Sampan-sampan ini banyak terdapat di jembatan Cikaso. Sesampainya di daratan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Curug Cikaso berada. Untuk dapat masuk ke obyek wisata ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 2.000 per orang.

Kawah Putih

Tentang Kawah Putih

Kawah PutihKawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan kota bandung, tidak jauh dari obyek wisata Situ patenggang (5km), yaitu berjarak sekitar 46 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam perjalanan dari pusat kota atau 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang. Bersuhu antara 8-22 derajat, terdapat dua kawah yaitu Kawah Saat ( Saat dalam bahasa sunda berarti Surut) berada di bagian barat dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter. Kedua kawah tersebut terbentuk akibat letusan yang terjadi sekitar abad X dan XII
Dahulu kala sebelum Kawah Putih di buka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan Angker karena banyaknya burung yang mati saat melintasi Kawah Putih, namun pada tahun 1837 seorang ilmuwan dari Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun membantahnya. Ia pun kemudian melakukan penelitian dan menemukan fakta bahwa banyaknya burung mati saat melintasi kawasan tersebut tidak lain dikarenakan adanya semburan lava belerang. Karena kandungan belerang di Kawah Putih sangat tinggi maka pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang yang di beri nama Zwavel Ontgining Kawah Putih yang kemudian usaha tersebut di lanjutkan pada pemerintahan Jepang dengan mengganti namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey.
Kemudian pada tahun 1987 PT. Perhutani unit III Jawa Barat, Banten mulai mengembangkan kawasan Kawah Putih sebagai obyek wisata, Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, coklat susu, namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang sebagai obyek untuk foto pre wedding karena pemandangannya yang eksotis.
Obyek wisata danau Kawah Putih di buka pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00, setiap harinya. Fasilitas yang tersedia pun sudah memadai dengan adanya area parkir, mushola, transportasi transit, pusat informasi serta adanya warung-warung makanan. Untuk tarif masuk Kawah Putih terbilang mahal yaitu Rp.150.000 untuk mobil sampai di atas kawasan Kawah Putih, Rp.35.000 untuk motor dan Rp. 15.000 per orang.

transportAkses ke Kawah Putih

Dari jakarta melewati tol Cipularang menuju pintu keluar tol Kopo, lalu menuju Soreang ke arah selatan kota Ciwidey. Lamanya perjalanan dari Ciwidey sekitar 20 sampai 30 menit menuju gerbang masuk obyek wisata Kawah Putih, dan pengunjung disarankan menggunakan kendaraan untuk menuju Kawah Putih dari pintu masuk dikarenakan jaraknya yang cukup jauh dan menanjak sekitar 5,6 Kilometer atau sekitar 10-15 menit dengan berkendara.
Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi maka kamu bisa langsung menuju area parkir yang tidak jauh dari Kawah Putih, sementara pengunjung dengan rombongan besar hanya bisa menuju Kawah Putih dengan menggunakan Kendaraan Khusus yang tersedia di area parkir, karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilewati bus atau kendaraan besar lainnya.
Kamu bisa juga dari Terminal Kebun Kelapa maupun Leuwi Panjang, Bandung dengan menggunakan transportasi umum menuju Ciwidey. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan pedesaan dengan tujuan Situ Patenggan.